Tittle
: THE
BLACK CODE
Main Cast : Kim Taehyung-김태형 (BTS), Oh Hwayeon-오화연, Kim Junghwan-김정환.
Support Cast : All member BTS.
Genre : Mystery, Crime, Psychology, Romance.
Leight : Chaptered
Author : Fellicia Kim
Inspirated by CSI New York, NCIS, and all
of MY DREAM.
Notes : Sebenarnya ni FF Leight-nya
ThreeShot, tapi karena pengen buat gereget, leight-nya di ubah jadi chapt....
Disclaimer : THIS FAN-FICTION IS MINE.
PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR AND BE THE SILENT READERS!
*****
[CHAPTER 2 : U CAN DO IT! CHEER UP, MR.
KIM!]
Saturday, August 16th 2013_
“Ah, kau sudah datang
hyung!” ujar Jungkook menyapa Taehyung. Taehyung pun duduk di atas meja kerja
Jungkook.
“Oh? Kau kira aku akan
selalu datang terlambat, eoh?” ujar Taehyung sambil menjitak dongsaeng itu.
Jungkook pun mengaduh kesakitan.
“Aisshh! Kau seperti
tak mengerti saja! Dia kan sekarang menjadi bos kita!” Girau Namjoon. Taehyung
hanya memasang muka malas.
“Aishh!! Aku bukan
bermaksud begitu!” ujar Taehyung.
“Jeongmalyo?” tanya
Yoongi serius. “Kalau bukan begitu, apa yang kau lakukan?”
“Na?” tanya Taehyung.
“Oh, aku ingin pergi ke suatu tempat pagi ini.” balas taehyung santai. Semua
rekan kerjanya mulai menatap aneh.
“Apa kau menyukai
seseorang?” tanya Hoseok bersemangat. “Aisshh! Ternyata Taehyung kita bisa
juga!” goda Hoseok. Namjoon, Yoongi, Jungkook, dan Jimin pun mulai tertawa.
“Ah, bukan begitu! Aku
hanya ingin pergi ke psikolog!” bantah taehyung lunak.
“Ah, Jinjayo? Untuk
apa kau pergi ke sana?” tanya Yoongi sambil tertawa penuh makna.
“Jangan berpikir yang
bukan-bukan! Aku hanya ingin konsultasi dengan psikolog tentang kasus ini.
Barangkali, si pembunuh memiliki gangguan,
jadi akan lebih mudah mencari tahu siapa pelakunya!” sergah Taehyung.
“Oh, keurae. Haruskah
kau ku daftarkan sekarang juga?” tanya Jimin.
“Tidak usah. Aku sudah
mendaftarkannya tadi. Tinggal menunggu giliranku.” Tanya Taehyung canggung. Jimin hanya
mengangguk mengerti. “Ah! aku dengar appa mu masuk rumah sakit. Apa itu benar,
eoh?” tanya Jimin.
“Jinjayo? Waeyo?”
tanya Namjoon dengan penasaran.
“Oh, ne. Eomma bilang,
ia tertabrak. Mungkin dia sudah baik hari ini.” jawab Taehyung.
“Bagaimana dengan
pelakunya? Apa sudah tertangkap?”
“Belum. Tenang saja,
cepat atau lambat akan ku temukan.”
“Aisshh! Santai
sekali!” geram Hoseok. “Aku turut berduka.”
“Ne, jangan
kawatirkan. Baiklah, aku pergi dulu. Jangan berbuat macam-macam selama aku
pergi. Arasseo?” tegas Taehyung sembari bangkit dari meja Jungkook.
“Arasseo.” Balas mereka
serempak.
~~~~~
Alunan musik menggema
di apartement seorang yeoja. Piano. Membuat siapa pun luluh mendengarnya.
Mandapat penghargaan pemain piano terbaik ganjarannya. Tentu suatu hal yang
luar biasa. Mendengar suara dari luar, permainannya pun berhenti. Yeoja itu pun
membuka pintunya. Dilihatnya namja berbaju hitam.
“Annyeong haseyo,
Apakah anda nona Oh Hwayeon?” tanya seorang pengantar barang.
“Ne. Waeyo?” tanya
yeoja yang bernama Hwayeon itu kebingungan.
“Saya mengantarkan barang
untuk anda. Dari penggemar rahasiamu.” Ujarnya.
“Oh, ne.
Kamsahamnida.” Ujar Hwayeon. Namja itu pun tersenyum kepada Hwayeon dan pergi.
Hwayeon pun menutup pintu apartemennya. Ketika Hwayeon hendak membuka kotak
dengan pita berwarna merah muda itu, tiba-tiba seseorang pun datang. Hwayeon pun
mengurungkan niatnya untuk membuka isi kotak tadi dan membuka pintunya.
“Annyeong,
Hwayeon-sshi!” sapa seorang namja yang berdiri tepat beberapa senti didepan
Hwayeon.
“K-Kim Taehyung-sshi?
Bagaimana bisa kau...” ucap Hwayeon kaget.
“Temanku yang
memberitahunya.” Jelas Taehyung singkat. “Tidakkah kau mengizinkan teman lama
mu ini masuk?” tanya Taehyung.
“Oh, ne, silakan.”
Ujar Hwayeon canggung. Taehyung yang tersenyum pun mengikuti langkah teman
lamanya itu sampai tiba diruang tengahnya. “Silakan duduk. Aku akan
mengambilkan minuman untukmu.” Tambah Hwayeon.
“Oh, ne.” Tutur
Taehyun. Taehyung pun melihat apertemen yang ditinggali teman lamanya hingga
Hwayeon kembali membawa minuman.
“Igeo, minumlah dulu.”
Pinta Hwayeon. Taehyung pun meminum minumannya.
“Sudah lama, ne?” Ujar
taehyung memulai percakapan.
“Ne.” Balas Hwayeon
gugup. “Apa yang kau lakukan disini?”
“Kudengar kau sekarang
seorang psikolog.” Ujar Taehyung.
“Ne.” Hwayeon menghembuskan
nafas berat.
“Sebenarnya aku adalah
detektif.”
“Lalu?”
“Aku punya kasus.
Kasus tersulit.”
“Sesulit apa itu?”
tanya Hwayeon.
“Hmm, lebih sulit dari
pada Yang Jin Ri.”
“Yang Jin Ri?” tanya
Hwayeon. “Apakah sesulit itu?” tanyanya lagi.
“Ya, kau tahu kan,
kasus Yang Jin Ri memang ganas. Tapi, setidaknya kita tahu pelakunya. Beda
dengan kasus ini.” tutur Taehyung mulai serius.
“Seperti apakah kasus itu?”
“Kasus pembunuhan
berantai. Apakah menurutmu pelakunya punya gangguan kejiwaan atau sejenisnya”
Jelas Taehyung.
“Kematian Cha Hyesun tanggal 6 April,
Kematian Yoo Heejung tanggal 10 Mei, Kematian Oh Hwayeong tanggal 14 Juni, dan
kematian Han Hyemi tanggal 18 Juli. Apakah itu yang kau anggap pembunuhan
berantai?” tanya Hwayeon dengan senyum sinisnya.
“Bagaimana kau tahu?” tanya taehyung kebingungan.
“Aku Oh Hwayeon, dan kakakku Oh Hwayeong yang meninggal. Bagaimana aku
tidak tahu desas-desus tentang kematiannya.” Jelas Hwayeon tajam. Taehyung merasa
bersalah.
“Ah, mianhae. Aku tak
tahu kau adiknya. Aku turut berduka,” ujar Taehyung menyesal.
“Tak masalah. Aku juga
ingin kasus ini dituntaskan dengan cepat, sehingga aku tahu siapa pelakunya.
Aku juga beruntung kau yang menyelidikinya.” Ujar Hwayeon.
“Baiklah, aku akan
usahakan yang terbaik,” tegas Taehyung. Taehyung pun melihat arloginya. Pukul
dua belas. “Ah, waktu berjalan cepat. Aku harus kembali ke kantor.” Ujar
Taehyung.
“Ah, ne, keurae.
Berhati-hatilah!” ingat Hwayeon.
“Ne. Lain kali,
mungkin aku akan kemari lagi membahas soal kematian kakakmu, ne?”
“Oh, arasseo.” Paham
Hwayeon. Taehyung pun pamit dan pergi. Hwayeon hanya menatap teman lamanya yang
kian menghilang. Hwayeon pun menutup pintunya. Ketika hendak berbalik, pinggang
rampingnya membuat kotak berpita merah muda tadi terjatuh. Hwayeon mencoba
mengambilnya dan.........
“Arrgghhh!!!!!!!!!!”
-TO BE CONTINUED-
No comments:
Post a Comment