Friday, 18 July 2014

The Black Code 1



Tittle : THE BLACK CODE
Main Cast : Kim Taehyung-김태형 (BTS), Oh Hwayeon-오화연, Kim Junghwan-김정환.
Support Cast : All member BTS.
Genre : Mystery, Crime, Psychology, Romance.
Leight : Chaptered
Author : Fellicia Kim 

Inspirated by CSI New York, NCIS, and all of MY DREAM.

Notes : Sebenarnya ni FF Leight-nya ThreeShot, tapi karena pengen buat gereget, leight-nya di ubah jadi chapt....

Disclaimer : THIS FAN-FICTION IS MINE. PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR AND BE THE SILENT READERS!
*****

PROLOG

Cinta itu memang buta. Dan terkadang kita dibutakan olehnya. Bukan membuat mata kita tak dapat melihat lagi. Tapi membuat kita melakukan segalanya untuk meraihnya.
Terkadang kita yang belum merasakan ‘cinta’, merasa aneh mendengarkan berbagai kasus yang mengerikan yang disebabkan oleh ‘cinta’. Bisa kita lihat, bunuh diri, depresi, bahkan kehilangan akal sehatnya. Sungguh ‘cinta’ memang hal yang mematikan.
Dari semua itulah kasus ini mulai terbuka. Memang ini hanyalah fiksi. Tapi, Apakah kalian membanyangkan jika kasus ini nyata?
~~~~~

[CHAPTER 1 : THE WORST CASE]

Friday, August 15th 2013_
Perlahan, pagi membebaskan jeratannya dari malam. Seluruh kedinginan malam berganti menjadi pagi yang amat hangat. Siapa kira kesempatan ini justru membuat seorang namja tampak tertidur dengan lelap di meja kerjanya. Hingga seseorang pun membangunkannya.
“Ya! Detektif Kim!” serunya. Namja itu tak kunjung bangun. “Ya, Detektif Kim! Ya, Kim Taehyung-sshi! Apakah kamu tertidur semalaman disini?” tanyanya. Namja itu pun terbangun.
“Mwo?” tanya namja yang bernama Taehyung itu sembari membenarkan kacamatanya yang kini berada di ujung batang hidungnya. “Aisshh!  Kenapa aku bisa sampai terlelap disini? Tanyanya. Taehyung pun melihat kearah namja yang membangunkannya itu. “Ya! Jeon Jungkook! Apakah kau memberiku obat tidur?” guraunya kepada Jungkook, namja yang membangunkannya tadi.
“Aisshh! Kau harus bersyukur aku telah membangunkanmu pagi ini! kalau tidak, kau pasti akan dimaki Seokjin hyung lagi!” tuturnya. Jungkook pun meletakkan berkas-berkasnya ke meja kerjanya. Sesaat ia melihat seseorang yang keluar dari pintu, lalu menyapanya. “Ah, Jimin hyung! sapanya.
“Oh, Jungkook-ah. Mana Taehyung? Apakah ia sudah datang?” tanyanya. Jungkook pun melirik Taehyung yang berada di sudut ruangan. Jimin mengerti. Sementara Taehyung hanya melihat malas kedua orang itu. “Ya! Kim Taehyung! Ini kasus barumu!”
“Oh? Kenapa kau tidak memberinya saja kepada Seokjin-hyung?” tanya Taehyung.
“Dia di pindah tugaskan ke Gwangju kira-kira seminggu.”
“Oh, keurae,” Paham Taehyung. Jimin pun meletakkan empat tumpuk kasus-kasus yang harus dikerjakan Taehyung. “Kenapa kau bawa empat kasus langsung?” tanya Taehyung heran sambil melihat empat tumpuk itu dengan penuh curiga.
“Ya, kukira semua ini adalah pembunuhan berantai. Jadi, mungkin kasus ini saling berhubungan satu sama lain.” Ujar Jimin agak melunak.
“Jinjayo?” tanya Namjoon yang baru datang, disusul dengan Jungkook yang mengikutinya. “Apakah ini kasus pembunuhan berulang yang dialami beberapa artis dan model akhir-akhir ini?” tanya Namjoon.
“Kau benar,” setuju Jimin.
“Hmm, kemana Hoseok, Yoongi, dan Seokjin hyung, eoh?” tanya Namjoon sembari melihat
“Seokjin hyung sedang di pindah tugaskan ke Gwangju. Kalau tidak salah karena kasus pembunuhan anak balita. Tentunya dia akan balik jika kasus itu sudah tuntas. Dan kalau tidak salah, Hoseok hyung dan Yoongi hyung pergi ke pengadilan melihat keputusan hakim atas pembunuhan Jang Nayeon.” Jelas Jimin.
“Aktris Jang Nayeon?” tanya Taehyung.
“Ne. Banyak orang yang prihatin atas kejadian ini. Kalian tahu sendiri kan, akhir-akhir ini ia cukup tenar dengan film barunya.” Ujar Namjoon.
“Ah, kasihan sekali. Jadi bagaimana keputusannya?” tanya Jungkook penasaran.
“Seperti yang kita kira, kasus itu ditutup.” Balas Yoongi yang baru masuk, yang diikuti oleh Hoseok. “Tapi, tetap saja, aku kurang yakin dengan keputusan hakim. Sepertinya, ada orang dibalik semua ini.” tambah Yoongi. “Kasus apa itu, eoh? Kenapa banyak sekali? Kau yakin akan bisa mengerjakan ini semua, Taehyung-ah?” tanya Yoongi sembari menunjuk setumpuk buku kasus yang kini berada di meja Taehyung. Taehyung menaikkan bahunya mengisyaratkan ia tak yakin dengan pasti.
“Ya! Jangan remehkan Taehyung. Bagaimana pun dialah wakil ketua tim kita. Dan tentu dia akan menjadi pemimpin kita selama beberapa hari kedepan. Sampai Seokjin hyung menyelesaikan kasusnya di Gwangju.” Goda Hoseok.
“Itukan hanya beberapa hari saja.” Sanggah Taehyung.
“Ah, itu bukan masalah. Nikmati saja, Taehyung-ah!” goda Hoseok lagi dengan senyum jahilnya. Kini bukan Hoseok saja, Jungkook, Jimin, Namjoon, dan Yoongi pun tertawa geli melihat tingkah wakil ketua tim mereka itu.
“Ah, apakah kasus yang kau dapati terlalu susah sehingga membuatmu begitu tak menginginkan jabatam yang lebih tinggi?” tanya Yoongi terkekeh. “Biar kulihat!” sergah Yoongi sambil mengambil beberapa berkas kasus yang akan diselesaikan rekannya itu. “Kematian Cha Hyesun, Kematian Yoo Heejung, Kematian Oh Hwayeong, dan kematian Han Hyemi. Bukankah mereka semua model dan artis terkenal saat ini?” tanya Yoongi yang mulai serius.
“Keurae, dan aku harus menghadapi semuanya sendirian, dengan kelompok kasus baru berjudul ‘pembunuhan berantai’ dikalangan madel dan aktris .” Ujar Taehyung letih.
“Hmm...” Hoseok memijat dagunya, “Sepertinya, cukup rumit.” Tuturnya.
“Ya, kalian tahu itu,” ujar Namjoon.
~~~~~

 “Argghh! Kasus apa ini? Aku bahkan tak menemukan sedikit pun hal yang mencurigakan!” geram Taehyung. Taehyung pun menopang dahinya dengan tangannya. Sesekali ia meminum americano-nya yang sudah dingin dimakan waktu yang lama. “Ah! Bagaimana ini bisa!” pasrah Taehyung. Taehyung pun beranjak dari meja kerjanya. Tiba-tiba handphone taehyung berbunyi.
“Haruman... neowa naega hamke halsu itdamyeon. Haruman... neowa naega sonja....” dering handphone Taehyung. Taehyung pun mengambilnya dan menjawabnya.
“Oh, eomma!” sapa Taehyung memulai percakapan dengan eommanya. Taehyung pun mendengar isak tagis.
“Taehyung-ah!” ujar eommanya.
“Ne?” tanya Taehyung. Isakan tangis itupun mulai keras. Taehyung cemas. “Waeyo, eomma?”
“Neon... noen appa.....” tutur eommanya terbata-bata. “Kecelakaan.” Tambah eommanya. Taehyung pun berdiri mematung. Tidak berkutik sedikitpun. Perlahan, handphon yang dipengannya pun jatuh. Bukan disengaja.
~~~~~

“Oh, kau sudah datang. Kemari, duduklah.” Pinta eomma Taehyung. Taehyung pun duduk.
“Appa.... Apa yang telah terjadi? Mengapa kau begini?” tanya Tehyung sedih melihat Appa-nya yang terbujur kaku di ranjang rumah sakit.
“Dia ditabrak. Dan pelakunya, belum ada yang pasti.” Balas eommanya dengan menatap sedih suaminya itu.
“Mwohasseo? Kau adalah dokter! Mengapa kau yang sakit!” marah Taehyung. “Kau bahkan berjanji kau akan lebih baik jika aku pergi! Tapi, sekarang apa? Kau yang melanggarnya!” tambah Taehyung. “Kau yang menjadikanku kuat. Tapi, sekarang kau terbujur lemah dihadapan anak yang kau bimbing kuat ini!” ujar Taehyung melembut.
“Sudahlah! Itu hanya masa lalu!” pinta eommanya.
~~~~~

“Sudahlah! Jangan kawatirkan dia! Kau anak yang kuat, sama dengan ayahmu!” tutur eomma Taehyung. “Biar aku yang menjaganya. Kau temukan saja siapa pelakunya.” Perintah eommanya.
“Ne, aku akan berusaha sekuat mungkin, aku akan menemukan pelakunya!” janji Taehyung.
“Ne, itu lebih baik. Pulanglah! Dan temukan pelaku ayahmu yang pengecut itu.”
“Ne. Jaga kesehatanmu juga, eoh?” ujar Taehyung. Eommanya hanya tersenyum. ”Aku pergi dulu.” Pamitnya.

-TO BE CONTINUED-

No comments:

Post a Comment